Jumat, 25 Desember 2015

Makalah DOMAIN MEDIA PEMBELAJARAN



DOMAIN MEDIA PEMBELAJARAN
MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Media Pembelajaran PAI
Dosen Pembimbing     : Rochanah,M.Pd.I


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7hVYKhk2Yd8OVV9rw4QiTRMb1NSFd0KgPe6fzw23fLY84Dnz0fdHDlBbOU72zxyVROuX2YuXGJle64kSQs6EG6-mnb26Jr7kntMKj1UAMYIJXDveQjTtQMWTpAD3afl3pAOSMdNobP9FV/s1600/logo+stain+kudus.JPG


Disusun Oleh  : Kelompok 5
Nama : 1. Wahyu Hikmawati     ( 1310110052 )
                     2. Riyadhul Jannah        ( 1310110075 )
                     3. Nurul Ainiyah            ( 1310110078 )
Kelas    : B2

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN TARBIYAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2015

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya.
            Apabila proses belajar itu diselenggarakan secara formal disekolah-sekolah, tidak lain ini dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa secara terencana. Baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Interkasi yang terjadi selama proses belajar tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya, yang antara lain terdiri atas: murid, guru, petugas perpustakaan, kepala sekolah, bahan atau materi pelajaran, dan berbagai sumber belajar dan fasilitas seperti : video, proyektor, komputer, laboratorium, perpustakaan dan lain-lain.
            Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana dan bersahaja, tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat-alat tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pengajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Untuk itu seorang guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pengajaran.

B. Rumusan Masalah
1.    Bagaimana Pengertian Domain?
2.    Bagaimana pengertian Media Pembelajaran?
3.    Apa saja domain dalam media pembelajaran?

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Domain
Domain/Kawasan merupakan suatu realisasi dari definisi dari bidang teknologi pembelajaran. Kawasan mewujudkan apa yang dapat dilakukan oleh suatu disiplin ilmu agar disiplin tersebut mampu memberikan sumbangan langsung dalam bentuk rumusan praktik yang dilakukan oleh para praktisi. Kawasan juga berfungsi sebagai panduan para praktisi dan tenaga ahli untuk bergerak dalam bidang yang dimaksud.[1]
Selain itu, kawasan perlu dirumuskan berdasarkan definisi yang sudah ada agar pembentukan profesi dan praktik menjadi lebih mudah. Kawasan memberi penjelasan bagi para profesional dan praktisi mengenai apa yang harus dan boleh dilakukan atau apa yang menjadi batasan perilaku dan ruang lingkup pekerjaan dan layanan yang harus diselesaikan. Batasan perilaku selanjutnya secara utuh disusun dalam kode etik keprofesian seperti yang dimiliki oleh organisasi profesi tertentu. Hasil utuh tersebut akan diselesaikan menjadi standar perilaku.

B.     Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach dan Ely mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap.[2]
Dari pengertian di atas, kata media berlaku untuk umum, berbagai kegiatan atau usaha, seperti media dalam penyampaian pesan, media pengantar magnet atau panas dalam bidang teknik. Istilah media juga digunakan dalam bidang pengajaran atau pendidikan sehingga istilahnya menjadi media pendidikan atau media pembelajaran.[3]
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Yaitu segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan atau keterampilan belajar sehingga dapat medorong terjadinya proses belajar.
Sedangkan menurut Briggs media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti: buku, film, video, dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Assosiation mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar termasuk teknologi perangkat keras.
Jadi, dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

C.    Macam-macam Domain Media Pembelajaran
Domain Media Pembelajaran adalah teori dan praktek desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan,dan Evaluasi.
1.    Domain Desain
Secara parsial domain desain berasal dari psikologi gerakan pembelajaran (instruction movement). Dalam hal ini terdapat beberapa katalis : pertama, artikel yang ditulis oleh B.F. Skinner tahun 1954 tentang “The Science of Learning and the Art of Teaching” dan teorinya tentang pembelajaran berprogram (programmed instruction), Kedua, buku yang ditulis oleh Herbert Simon tahun 1969 tentang the Sciences of the Artificial yang membahas karakteristik umum ilmu desain secara normatif, dan ketiga, pendirian pusat-pusat untuk desain materi dan program pembelajaran tahun 1960-an, seperti the Learning Resource and Development Center di University of Pittsburgh. Pada dasawarsa 1960-an sampai 1970-an Robert Glaser, direktur pusat itu menulis dan berbicara tentang desain pembelajaran sebagai inti teknologi pendidikan. Banyak psikologi pembelajaran yang berakar dari domain desain dihasilkan dalam asosiasi di Pittsburgh.
Fungsi melengkapi akar psikologi pembelajaran itu merupakan aplikasi teori sistem pada pembelajaran. Diperkenalkan oleh Jim Finn dan Leonard Silvern, pendekatan sistem pembelajaran berkembang sacara bertahap menjadi sebuah metodologi dan mulai memadukan konsep-konsep dari psikologi pembelajaran. Pendekatan sistem mengarah pada gerakan desain sistem pembelajaran sebagaimana dicontohkan oleh proses pengembangan pembelajaran yang digunakan di sekolah tinggi pada tahun 1970-an. Minat dalam desain pesan juga berkembang selama dasawarsa 1960-an dan awal 1970-an. Kolaborasi Robert Gagne dan Leslie Briggs di American Institutesfor Research pada dasawarsa 1960-an (juga di Pittsburgh) dan di Florida State University menghasilkan berkembangnya keahlian mereka dalam psikologi pembelajaran dan bakat dalam desain sistem. Secara bersama mereka membagi konsep desain pembelajaran menjadi konsep yang berguna dalam kehidupan.
Pada suatu waktu domain desain pembelajaran dirancukan dengan domain pengembangan, juga dengan konsep pembelajaran secara lebih luas. Tetapi definisi ini membatasi desain pada fungsi perencanaan (Planning). Konsekuensinya, dasar pengetahuan domain itu menjadi kompleks dan mencakup berbagai model prosedural, model konseptual, dan teori. Tetapi, dasar pengetahuan setiap bidang studi apapun tidak bersifat statis. Hal ini terjadi juga pada kasus desain pembelajaran terlepas dari landasannya yang kuat pada khasanah pengetahuan tardisional. Disamping itu, oleh karena longgarnya hubungan antara desain pembelajaran dengan domain-domain lain dalam teknologi pembelajaran, dasar pengetahuan desain juga berubah untuk mempertahankan konsistensinya dengan pengembangan, pemakaian, managemen, dan evaluasi.[4]
2.    Domain Pengembangan
Pengembangan adalah proses penterjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik, di dalamnya meliputi : Teknologi Cetak, Teknologi Audio-Visual, Teknologi Komputer, dan Teknologi Terpadu.
Kawasan  pengembangan berakar pada produksi media. Melalui proses yang bertahun-tahun perubahan dalam kemampuan media ini berakibat pada perubahan kawasan. Walaupun perkembangan buku teks dan alat bantu pembelajaran yang lain (teknologi cetak) mendahului film, namun pemunculan film merupakan tonggak sejarah dari gerakan audio-visual ke era  teknolgi dimasa sekarang.
Di dalam kawasan pengembangan terdapat keterkaitan yang kompleks antara teknologi dan teori yang mendorong terhadap desain pesan maupun strategi pembelajarannya.Pada dasarnya kawasan pengembangan terjadi karena:
a.       Pesan yang didorong oleh isi
b.      Strategi pembelajaran yang didorong oleh teori
c.       Manifestasi fisik dari teknologi – perangkat keras, perangkat lunak, dan bahan pembelajaran
3.    Domain Pemanfaatan
Domain Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar. Fungsi pemanfaatan sangat penting karena membicarakan kaitan antara pembelajar dengan bahan atau sistem pembelajaran. Mereka yang terlibat dalam pemanfaatan mempunyai tanggung jawab untuk mencocokkan pembelajar dengan bahan dan aktivitas yang spesifik, menyiapkan pembelajar agar dapat berinteraksi dengan bahan dan aktivitas yang dipilih, memberikan bimbingan selama kegiatan, memberikan penilaian atas hasil yang dicapai pembelajar, serta memasukannya ke dalam prosedur oragnisasi yang berkelanjutan.
Karya Dale dalam bukunya Audiovisual Materials in Teaching, yang di dalamnya mencoba memberikan rasional umum tentang pemilihan bahan dan aktivitas belajar yang tepat. Dalam buku ini mengemukakan model ASSURE, yang dijadikan acuan prosedur untuk merancang pemanfaatan media dalam mengajar. Langkah-langkah tersebut meliputi :
a.       Analyze leraner (menganalisis pembelajar)
b.      State Objective (merumuskan tujuan)
c.       Select Media and Materials (memilih media dan bahan)
d.      Utilize Media and Materials (menggunakan media dan bahan)
e.       Require Learner Participation (melibatkan siswa)
f.       Evaluate and Revise (penilaian dan revisi)
Pemanfaatan Media; yaitu penggunaan yang sistematis dari sumber belajar. Proses pemanfaatan media merupakan proses pengambilan keputusan berdasarkan pada spesifikasi desain pembelajaran.[5]
4.    Domain Pengelolaan
Domain Pengelolaan/manajemen adalah  proses pendayagunaan semua orang dan fasilitas. Sesuai dengan uraian diatas ada beberapa pakar pendidikan mendefinisikan manajemen yaitu proses kerja dengan dan melalui orang lain untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien. Oleh karena definisinya itu, banyak pakar administrasi pendidikan yang berpendapat bahwa manajemen itu merupakan kajian administrasi ditinjau darui sudut prosesnya. Dengan kata lain, manajemen itu merupakan proses, terdiri atas kegiatan-kegiatan dalam upaya mencapai tujuan kerja sama (administrasi) secara efisien. Pengertian tersebut sesuai dengan pendapat Gorton yang menegaskan bahwa manajemen merupakan metode yang akan digunakan administrator untuk melakukan tugas-tugas tertentu atau mencapai tujuan tertentu atau mencapai tujuan tertentu
Pengelolaan meliputi pengendalian Teknologi Pembelajaran melalui : perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan supervisi. Kawasan pengelolaan bermula dari administrasi pusat media, program media dan pelayanan media. Pembauran perpustakaan dengan program media membuahkan pusat dan ahli media sekolah. Program-program media sekolah ini menggabungkan bahan cetak dan non cetak sehingga timbul peningkatan penggunaan sumber-sumber teknologikal dalam kurikulum.[6]
5.    Domain Evaluasi
Aspek penting lainnya dalam teknologi pengajaran adalah evaluasi atau penilaian. Evaluasi atau penilaian dalam pengajaran tidak semata-mata dilakukan terhadap hasil belajar, tetapi juga harus dilakukan terhadap proses pengajaran itu sendiri. Dengan evaluasi tersebut dapat dilakukan revisi program pengajaran dan strategi pelaksanaan pengajaran. Dengan kata lain, ia dapat berfungsi sebagai umpan balik dan remedial pengajaran. Evaluasi terhadap proses pengajaran masih kurang mendapat perhatian dibandingkan dengan penelitian terhadap hasil pengajaran yang dicapai para siswa. Oleh sebab itu, upaya remedial pengajaran jarang dilakukan oleh para guru sehingga strategi belajar mengajar tidak menunjukkan adanya perubahan yang berarti dari waktu ke waktu dan dari situasi ke situasi.
Evaluasi terhadap proses pengajaran dilakukan oleh guru sebagai bagian integral dari pengajaran itu sendiri. Artinya, evaluasi harus tidak terpisahkan dalam penyusunan dan pelaksanaan pengajaran. Evaluasi proses bertujuan menilai keefektifan dan efisiensi kegiatan pengajaran sebagai bahan untuk perbaikan dan penyempurnaan program dan pelaksanaannya. Objek dan sasaran evaluasi proses adalah komponen-komponen sistem pengajaran itu sendiri, baik yang berkenaan dengan masukan proses maupun dengan keluaran, dengan semua dimensinya.
Komponen masukan dapat dibedakan menjadi dua kategori, yakni masukan mentah dan masukan alat (instrumental input).Penilaian terhadap masukan mentah, yakni siswa sebagai subjek dan objek belajar, yang mencakup aspek-aspek antara lain kemampuan siswa, minat, perhatian, dan motivasi belajar siswa, pengetahuan awal dan prasyarat, karakteristik siswa. Penilaian terhadap masukan instrumental mencakup dimensi-dimensi sebagai berikut : kurikulum, sumber dan saran belajar.
Komponen proses adalah interaksi semua komponen pengajaran seperti bahan pengajaran, metode dan alat, sumber belajar, sistem penilaian, dan lain-lain.Komponen keluaran adalah hasil belajar yang dicapai anak didik setelah menerima proses pengajaran. Penilaian keluaran lebih banyak dibahas dalam penilaian hasil. Penilaian terhadap masukan mentah, yakni siswa sebagai subjek dan objek belajar, yang mencakup aspek-aspek antara lain: kemampuan siswa, minat, perhatian, dan motivasi belajar siswa, pengetahuan awal dan prasyarat, karakteristik siswa.[7]




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Domain/Kawasan merupakan suatu realisasi dari definisi dari bidang teknologi pembelajaran. Sedangkan media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Domain Media Pembelajaran merupakan teori dan praktek desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan,dan Evaluasi. Desain diartikan menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta-fakta, imajinasi-imajinasi, dan asumsi-asumsi untuk masa yang akan datang tujuan memvisualiasasi dan memformulasi hasil yang diingginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima yang akan digunakan dalam penyelesaian. Pengembangan adalah proses penterjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik, di dalamnya meliputi : Teknologi Cetak, Teknologi Audio-Visual, Teknologi Komputer, dan Teknologi Terpadu. Domain Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar. Domain Pengelolaan/manajemen adalah  proses pendayagunaan semua orang dan fasilitas. Domain Evaluasi adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan, sehinnga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya.

B.     Saran
Demikianlah makalah ini kami susun. Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun kami perlukan untuk penyempurnaan makalah ini. Semoga bermanfaat bagi pembacanya.




DAFTAR PUSTAKA

Agus Retnanto, Teknologi Pembelajaran, Kudus, Nora Media, 2011.
Arief S. Sadiman  dkk, Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, Jakarta, PT RajaGrafindo Persada, 1996
Azhar Arsyad, Media Pengajaran, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada,  1997.
Heri Gumawan, Kurikulum dan pembelajaran pendidikan Agama  Islam,  Bandung, Alfabeta, 2012.
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Teknologi Pengajaran, Bandung, CV Sinar Baru, 1997
Suanti Mamonto, Domain Teknologi Pembelajaran, http://suanti-mamonto.blogspot.co.id/2012/06/domain-teknologi-pembelajaran.html, Selasa, 07 Oktober 2015, Pukul 11.00 WIB



[1] Agus Retnanto, Teknologi Pembelajaran, Kudus, Nora Media, 2011 hlm 1
[2] Azhar Arsyad, Media Pengajaran, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada,  1997, hlm 3
[3] Heri Gumawan, Kurikulum dan pembelajaran pendidikan Agama  Islam,  Bandung, Alfabeta, 2012, hlm 184.
[4] Agus Retnanto, Teknologi Pembelajaran, hlm 30-32
[5] Arief S. Sadiman  dkk, Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, Jakarta, PT RajaGrafindo Persada, 1996, hlm 181-188
[6] Suanti Mamonto, Domain Teknologi Pembelajaran, http://suanti-mamonto.blogspot.co.id/2012/06/domain-teknologi-pembelajaran.html, Selasa, 07 Oktober 2015, Pukul 11.00 WIB

[7] Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Teknologi Pengajaran, Bandung, CV Sinar Baru, 1997, hlm 142-146

Tidak ada komentar:

Posting Komentar